April 17, 2007

Dari Quark ke Manusia

Pengetahuan tentang peradaban manusia dan semua interaksi di alam hampir dapat dijelaskan secara keseluruhan dengan ilmu fisika. Dimulai dengan ditemukannya atom sebagai penyusun terkecil materi oleh Demokritus pada abad ke-5 SM. Dilanjutkan dengan ditemukannya proton yang ditemukan oleh Ernest Rutherford pada tahun 1918 melalui eksperimennya dimana partikel alpha sebagai proyektil digunakan untuk membombardir gas Nitrogen sebagai target. Dan ditemukannya elektron oleh JJ. Thompson serta ditemukannya netron oleh James Chadwick pada tahun 1932. Pada tahun 1961, Murray Gell-Man dan Kazuhiko menemukan quark yang dikenal sebagai quark model.

Dengan ditemukannya quark, maka terbukalah jalan bagi kita untuk bisa menjelaskan interaksi yang terjadi secara mikroskopis yang terjadi dalam tubuh manusia. Tubuh manusia tersusun dari organ-organ tubuh seperti organ pernafasan, organ pencernaan dan lainnya. Kemudian, organ tubuh disusun oleh jaringan-jaringan. Jaringan terdiri dari sel-sel. Sel terdiri dari molekul-molekul. Molekul terdiri dari atom-atom. Atom terdiri dari inti atom dan elektron (Lepton). Inti atom terdiri dari nukleon-nukleon yang tersusun dari proton dan netron. Setelah ditemukannya quark maka proton dan netron bukanlah partikel elementer lagi, dimana proton dan netron tersusun dari tiga quark yakni uud (dibaca : Up, Up, Down), netron disusun oleh udd (dibaca: Up,Down,Down) secara berturutan.

Dengan diketahuinya penyusun elementer dari tubuh manusia maka terbuka jalan untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi didalam tubuh manusia dan bagaimana tubuh manusia bisa tersusun sedemikian rupa. Benarkah ini bisa dijelaskan dan benar-benar bisa diteliti? Untuk menjawab pertanyaan ini, tidak bisa dengan menulis dan berteori ria, so lets do it.